https://www.facebook.com/OldSoulGuidance Terjebak Perasaan Bersalah - Old Soul Guidance

Terjebak perasaan bersalah

Perasaan bersalah sering membuat kita merasa ragu untuk mendengarkan keinginan hati, mencoba bertahan dalam situasi yang akhirnya menjebak diri sendiri untuk berkembang. Perasaan bersalah adalah hal yang ditanamkan sejak dini oleh orang tua dan orang orang sekitar yang melekat seperti kerak dan sulit untuk melepasnya. Perasaan bersalah membuat kita tidak jujur terhadap diri sendiri yang akhirnya menjebak, hal ini terjadi pada banyak hal baik hubungan asmara, keluarga, karir dam bisnis.

Adat dan kebudayaan juga salah satu faktor rasa bersalah untuk berkembang yang akhirnya membuat kita melakukan hal hal lama yang tidak sesuai lagi dengan peradaban jaman dan membuat hidup seperti katak dalam tempurung.

Banyak yang terjebak oleh persasaan bersalah dalam hubungan keluarga hingga merasa stress karena memendam hasrat untuk hidup mandiri, merasa “harus” menjadi seseorang yang bukan kita inginkan.

 

Terjebak dalam hubungan cinta karena alasan alasan yang terikat oleh perasaan bersalah yang akhirnya hidup tidak berbahagia dan penuh dengan rasa takut.

Bisnis partner yang sudah lama menjalani usaha bertahun tahun juga dapat menjebak  karena perasaan bersalah untuk mengembangkan bisnis sendiri, atau bisnis keluarga yang membuat kita tidak dapat mengekspressikan keriatifitas yang semakin hari semakin menggebu.

 

Peraturan agama yang kita ikuti banyak menjebak kita untuk hidup bebas mengikuti keinginan diri sendiri yang akhirnya hidup seperti kerbau yang dicocok hidungnya dan diperlakukan seperti wayang kehidupan dengan peraturan kaku yang membuat hidup tidak fleksibel.

Lalu darimana perasaan bersalah itu muncul? menurut analogy saya, perasaan bersalah berasal dari persepsi individu terhadap orang lain yang belum tentu berpikir seperti yang Anda pikirkan.

Apakah buruk untuk merasa bersalah? baik dan buruk tergantung dari keinginan diri sendiri, sebaiknya dengarkana kata hati dan jangan biarkan orang lain membuat  kehilanga diri sendiri karena hidup tidak menjadi diri sendiri adalah penjara yang tidak terlihat dan sulit untuk keluar. 

Hidup adalah kebebasan untuk berucap, bersikap dan bertindak, akan tetapi bukan keharusan kita untuk mengikuti mendengar dan percaya apa yang orang lain ucapkan. Kita memiliki hak untuk memilih mana yang terbaik untuk diri sendiri, mana yang sesuai dengan keinginan hati dan mana yang cocok dengan kehidupan kita sendiri.   

Bagaimana untuk hidup tidak merasa bersalaah dalam menentukan pilihan? Dengarkan kata hati dan berpikir positif karena banyak yang mengutamakan keinginan orang lain yang berakhir dengan penyesalan. Jika Anda berada dalam situasi ini, maka saatnya untuk mengambil keputusan untuk hidup memenuhi keinginan hati dan bebaskan diri dari perasaan bersalah terhadap orang lain.

Kita semua layak untuk berbahagia tanpa merasa bersalah, berkembang tanpa tertekan dan berkreatifitas tanpa batas.